Pada tanggal 10 Juli 2012, Metro TV menyiarkan acara dokumenter berjudul ” Genta Demokrasi : Laskar Bali VS Baladika” tentu hal ini sangat ditunggu-tunggu oleh sebagian besar masyarakat bali yang rata-rata sudah mengetahui sepak terjang 2 ormas besar ini.

Karena kebetulan saya sedang menginap di asram kunjavihari, jadi saya tidak dapat menonton acara tersebut secara langsung. tapi, dengan menggunakan groovia, saya bisa menonton ulang siaran yang belum sempat saya tonton (pesan sponsor :) ) )

Di awal acara, terdapat dokumentasi Ormas Laskar Bali yang sedang mengadakan kegiatan sosial akibat bencana, kalau tidak salah di kintamani. lalu, narator menjelaskan peran serta kedua ormas ini, dan akhirnya, mulailah para Tokoh-Tokoh dari Bali dan ormas yang bersangkutan angkat bicara.

Dimulai dari Gusti Ngurah Harta. Beliau berpendapat bahwa ormas ini bersifat politik. Jadi, para pemimpin ormas kemungkinan mempolitisir anggotanya untuk memberikan dukungan ke suatu partai atau pihak-pihak tertentu yang memerlukan dukungan massa yang banyak.

Pendapat ini disanggah oleh SekJen Laskar Bali yang bernama Rochineng, Beliau yang menjabat sebagai Kepala BKD Prov. Bali mengatakan bahwa tidak ada muatan politik di dalam ormas Laskar Bali. bahkan dari awal “perekrutan” anggota ormas, sudah dijelaskan bahwa Laskar Bali tidak berpolitik.

Selanjutnya, Nyoman Gde Sudiantara. Beliau adalah Dewan Pembina Baladika Bali. Beliau menjelaskan awal terbentuknya ormas-ormas di Bali. Ormas seperti Baladika, Laskar Bali, dan yang lainnya terbentuk dari mantan – mantan ormas Armada Racun. dan karena adanya politisasi, ormas ini pecah dan mendirikan ormas baru.

Dari kubu yang berbeda, Cokorda Pemecutan mengungkapkan pendapatnya terhadap dua ormas besar ini. Beliau menyambut baik dengan adanya ormas ini, namun beliau juga mengingatkan, agar tidak terjadi pertikaian antar sesama ormas bali. Karena akhir-akhir ini di bali memang sering terjadi pertikaian antar Desa, antar banjar, yang sering disebabkan oleh masalah-masalah kecil.

Harapan saya, semoga Bali tetap aman, dan damai. Jangan beraninya bertikai dengan saudara, tapi tunduk dengan orang luar.

 

Comments  

Powered by Facebook Comments